×
Sebuah pameran fotografi bertajuk A Journey to Live Kind mengungkap potret para pengrajin tenun di desa Mamasa, Sulawesi Barat, dan Watublapi, Flores. (Dok/Foto: ANTARA FOTO/Jojon)

Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah potret pengrajin tenun tradisi di Indonesia menyeruak dalam pameran foto bertajuk A Journey To Live Kind. Potret mereka diabadikan para fotografer terpilih yang merupakan pemenang kontes #LiveMore Society Photo Callenge yang digelar Bank DBS beberapa waktu lalu.

Satu di antara potret itu menampilkan sosok seorang ibu penenun Mamasa yang sedang berkutat dengan alat tenun tradisionalnya. Senyumnya terkulum sembari kedua tangan sedang tampak sibuk menenun. Ia menjadi satu dari sekelompok pengrajin tenun Toraja Melo, dari Desa Pebassian dan Desa Balla, Mamasa, Sulawesi Barat.

Tak jauh dari sana, ada potret pengrajin tenun Watubo dari Desa Watublapi, Flores. Disebutkan, kelompok tenun ini tergabung dalam NOESA, wirausaha sosial untuk pemberdayaan masyarakat setempat melalui kelompok tenun.

Selain menampilkan potret pengrajin tenun, fokus gambar juga menampilkan warna warni kain tenun tradisi. Setiap daerah punya karakter dan ciri khas tenun masing-masing yang unik. Di sejumlah potret juga tampak kain tenun yang dibuat layaknya sarung dan kemudian dikenakan dengan padu padan yang pas.


Beberapa ibu terlihat mengenakan tenun merah dengan corak khas Mamasa. Mereka memadukannya dengan kemeja berwarna putih. Wajah tanpa riasan dengan rambut yang diikat seadanya itu pun tetap membuat mereka terlihat menarik.

Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor

Penampilan yang minimalis tetapi indah dilihat begitu menonjol dari setiap foto yang dipamerkan. Direktur Strategi dan Perencanaan Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung mengatakan, pameran foto tersebut digelar sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi dari pengrajin tenun daerah.

“Pameran ini mengungkap kisah-kisah inspiratif yang dapat terwakilkan dan tergambarkan secara indah melalui karya fotografi ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pembukaan pameran tersebut di Qubicle Center, Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (8/6).

Selain memotret kehidupan dan keseharian penenun di Sulawesi Barat dan Flores, para fotografer juga ada yang ke Malang Jawa Timur dan mengulas sosok Sahawood. Mantan narapidana dan pecandu narkoba ini mengubah jalan hidupnya melalui pemberdayaan untuk membuat kacamata berbingkai kayu.

Related Post

Menikmati Keindahan Tenun di Pameran Sole Oha

Sebuah pameran menarik yang menyorot kehidupan ...

Women Weavers Struggle to Produce and Market Tenun

“My grandmother taught me how to weave back whe...

Mama Mama Pelestari Budaya Tenun

roses tenun untuk kebutuhan sarung, Nusa Tengga...

Mengintip Potret Pengrajin Tenun Flores dan Mamasa

Sebuah pameran fotografi bertajuk A Journey to ...

Comments